(Ikiidemu - BERTERNAK) Budidaya cacing tanah yang banyak diminati masyarakat adalah Lumbricus
rubellus karena produktifitasnya yang tinggi dibandingkan dengan jenis
cacing lainnya.
Budidaya cacing tanah memerlukan tempat atau bangunan pelindung tertutup karena cacing sangat peka dengan sinar matahari. Hampir seluruh aktifitas cacing dilakukan pada malam hari atau pada kondisi gelap sehingga binatang ini dikenal dengan sifat nocturnal.
Wadah pemeliharaan cacing terbuat dari beragam bahan diantaranya menggunakan bak beton, kotak plastik, kotak kayu atau kotak bambu. Ukuran kotak kayu atau bambu yang baik untuk pemeliharaan cacing memiliki lebar 40 cm, panjang 60 cm dan tinggi 25 cm. Semua sisi dan bagian dasar kotak dilapisi dengan karung agar media tidak keluar.
Media cacing terdiri dari ampas tebu, media baru (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) dan media lama (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) yang sudah mengalami pelapukan. Jenis pakan yang digunakan berupa ampas tahu dan kotoran sapi dilarutkan dengan air. Pemberian pakan diberikan setiap hari dengan perbandingan 1 : 1 berdasarkan bobot cacing.
Tingkat pertumbuhan cacing pada umur 2 minggu dapat mencapai 60 hingga 100 persen dengan media terbaik yaitu media baru, ditambah dengan pakan ampas tahu.
Umur cacing 2 hingga 3 bulan adalah waktunya cacing beranak pinak dan siap kawin. Pada umur cacing 2 hingga 3 bulan, maka cacing siap untuk dipilah dan siap dipanen.
Budidaya cacing tanah memerlukan tempat atau bangunan pelindung tertutup karena cacing sangat peka dengan sinar matahari. Hampir seluruh aktifitas cacing dilakukan pada malam hari atau pada kondisi gelap sehingga binatang ini dikenal dengan sifat nocturnal.
Wadah pemeliharaan cacing terbuat dari beragam bahan diantaranya menggunakan bak beton, kotak plastik, kotak kayu atau kotak bambu. Ukuran kotak kayu atau bambu yang baik untuk pemeliharaan cacing memiliki lebar 40 cm, panjang 60 cm dan tinggi 25 cm. Semua sisi dan bagian dasar kotak dilapisi dengan karung agar media tidak keluar.
Media cacing terdiri dari ampas tebu, media baru (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) dan media lama (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) yang sudah mengalami pelapukan. Jenis pakan yang digunakan berupa ampas tahu dan kotoran sapi dilarutkan dengan air. Pemberian pakan diberikan setiap hari dengan perbandingan 1 : 1 berdasarkan bobot cacing.
Tingkat pertumbuhan cacing pada umur 2 minggu dapat mencapai 60 hingga 100 persen dengan media terbaik yaitu media baru, ditambah dengan pakan ampas tahu.
Umur cacing 2 hingga 3 bulan adalah waktunya cacing beranak pinak dan siap kawin. Pada umur cacing 2 hingga 3 bulan, maka cacing siap untuk dipilah dan siap dipanen.
![]() |
| Budidaya cacing tanah sangat menjanjikan untuk dibudidayakan. |

0 komentar:
Post a Comment