Showing posts with label BERTANAM. Show all posts
Showing posts with label BERTANAM. Show all posts
(Ikiidemu - BERTANAM) Anggrek merupakan tanaman hias bunga yang terus marak dikembangkan dan banyak diminati oleh para penghobi.  Bunganya yang indah dengan beragam corak, warna, bentuk dan ukuran menjadi daya tarik tersendiri.

Namun anggrek termasuk jenis tanaman yang sulit berbuah secara alami karena letak putik menjorok ke dalam di bawah benangsari.  Dengan demikian, perlu bantuan penyerbukan atau persilangan buatan untuk membantu proses pembuahan sehingga biji dapat terbentuk.

Yang perlu diperhatikan adalah kegiatan yang harus dilakukan terkait dengan budidaya anggrek adalah sebagai berikut :

1. Penyediaan Indukan.
Jenis anggrek yang digunakan adalah dendrobium, phalaenopsis dan chattleya yang sudah memasuki fase pembungaan.

2. Persilangan.
- Selfing (persilangan sendiri, alat kelamin jantan dan betina berasal dari bunga yang sama).
- Crossing (persilangan antar spesies yang berbeda).

3. Pengamatan.
Pengamatan dilakukan terhadap persentase keberhasilangan persilangan.

4. Pemanenan.
Pemanenan dilakukan ketika buah sudah masuk morfologis ditandai dengan terjadinya perubahan warna kulit buah menjadi kuning dan agak kering.
Bunga anggrek sangat diminati oleh para penghobi.


(Ikiidemu - BERTANAM) Kompos adalah sampah organik yang telah diurai oleh jasad renik sehingga menjadi butiran kecil berwarna coklat kehitaman seperti tanah dan subur. 

Manfaat Kompos
a. Untuk media tanam guna mendukung penghijauan dan pertamanan, material untuk reklamasi bekas pertambangan/lahan kritis. media pertumbuhan plankton untuk lapisan dasar tambak.
b. Efisiensi dari pemakaian pupuk kimia.
c. Mengembalikan kualitas tanah di daerah pertanian, perkebunan dan hutan dengan cara menggemburkan, meningkatkan daya ikat tanah terhadap air, meningkatkan porositas, aerasi dan komposisi mikroorganisme tanah.
d. Mencegah beberapa penyakit akar tanaman.
e. Mengurangi volume sampah.

Cara Membuat Kompos
1. Buat lubang galian di tanah sedalam 50 - 100 cm atau sesuai kebutuhan.  Upayakan agar jarak dari sumur minmal 10 m agar tidak mencemari air sumur.
2. Masukkan sampah organik yang sudah ditiriskan dan dipotong-potong ke dalam lubang.
3. Tutup lapisan tipis tanah untuk mencegah bau dan membantu proses pengomposan, jika ada dapat ditambahkan kotoran binatang (ayam, burung atau kambing).
4. Lakukan berulang sampai lubang penuh, tutup rata dengan tanah, tunggu sekitar 3 bulan, gali kembali dan diangin-anginkan.
5. Kompos siap digunakan atau disimpan dan lubang dapat digunakan kembali.  Untuk mempercepat proses pembuatan dalam 2 bulan sudah siap panen pada setiap penambahan sampah organik ditambahkan pula biaktivator misalnya EM4.
Pengomposan jika sudah jadi akan menyerupai tanah.


(Ikiidemu - BERTANAM) Air bekas cucian beras jika dibuang ke tanah/selokan terus menerus akan menghasilkan bau menyengat yang berdampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.  Namun sebaliknya apabila dikelola dengan tepat dapat menghasilkan produk yang bermanfaat diantaranya diolah menjadi pupuk organik cair.

Air cucian beras mengandung karbohidrat, protein, fosfor dan vitamin.  Dan jika difermentasikan menghasilkan mikroba yang bermanfaat sebagai bahan pupuk organik cair bagi tanaman.  Dengan memanfaatkan limbah organik cair tersebut, selain dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan juga mengurangi biaya pemupukan tanaman bagi petani.

1. Persiapan bahan dan alat
Bahan yang dipergunakan yaitu 1 liter EM 4, 1 liter molase dan 30 liter air bekas cucian beras.  Alat yang disiapkan drum plastik, aerator dan pengaduk.

2. Pembuatan larutan
Air bekas cucian beras dicampur dengan 1 liter EM 4 dan diaduk, kemudian dilanjutkan dengan menambah 1 liter molase serta diaduk.  Setelah semuanya dicampur dan diaduk, kemudian ditutup dan dibiarkan difermentasi selama 3 minggu.

3. Fermentasi
Larutan yang sudah disiapkan difermentasi selama 3 minggu menggunakan aerator untuk menjamin sirkulasi udara bagi pertumbuhan mikroba.

Jika sudah berbau harum dan terdapat busa berwarna putih dibagian atas menunjukkan pupuk sudah matang dan siap digunakan.  Pemberian pupuk organik cair dari air bekas cucian beras menghasilkan pertumbuhan yang hampir seimbang dengan pupuk NPK.

Air bekas cucian beras bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang murah.

Dan yang pasti biaya yang dikeluarkan lebih murah daripada membeli pupuk jadi, selamat mencoba.

Popular Posts