(Ikiidemu - BERTANAM) Air bekas cucian beras jika dibuang ke tanah/selokan terus menerus akan menghasilkan bau menyengat yang berdampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.  Namun sebaliknya apabila dikelola dengan tepat dapat menghasilkan produk yang bermanfaat diantaranya diolah menjadi pupuk organik cair.

Air cucian beras mengandung karbohidrat, protein, fosfor dan vitamin.  Dan jika difermentasikan menghasilkan mikroba yang bermanfaat sebagai bahan pupuk organik cair bagi tanaman.  Dengan memanfaatkan limbah organik cair tersebut, selain dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan juga mengurangi biaya pemupukan tanaman bagi petani.

1. Persiapan bahan dan alat
Bahan yang dipergunakan yaitu 1 liter EM 4, 1 liter molase dan 30 liter air bekas cucian beras.  Alat yang disiapkan drum plastik, aerator dan pengaduk.

2. Pembuatan larutan
Air bekas cucian beras dicampur dengan 1 liter EM 4 dan diaduk, kemudian dilanjutkan dengan menambah 1 liter molase serta diaduk.  Setelah semuanya dicampur dan diaduk, kemudian ditutup dan dibiarkan difermentasi selama 3 minggu.

3. Fermentasi
Larutan yang sudah disiapkan difermentasi selama 3 minggu menggunakan aerator untuk menjamin sirkulasi udara bagi pertumbuhan mikroba.

Jika sudah berbau harum dan terdapat busa berwarna putih dibagian atas menunjukkan pupuk sudah matang dan siap digunakan.  Pemberian pupuk organik cair dari air bekas cucian beras menghasilkan pertumbuhan yang hampir seimbang dengan pupuk NPK.

Air bekas cucian beras bisa dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair yang murah.

Dan yang pasti biaya yang dikeluarkan lebih murah daripada membeli pupuk jadi, selamat mencoba.

0 komentar:

Post a Comment

Popular Posts