Showing posts with label BERTERNAK. Show all posts
Showing posts with label BERTERNAK. Show all posts
(Ikiidemu - BERTERNAK) Ketika melakukan budidaya ayam dan harga pakan mengalami kenaikan harga, tentu akan membuat kendala tersendiri.  Harga pakan untuk ternak, selalu menjadi momok peternak

Tetapi tidak dengan peternak asal Desa Kedungbulus Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah.  Peternak tersebut bernama Bintang, yang melakukan inovasi pakan ternak ketika harga pakan naik.

Bintang memberi pakan azolla pinata untuk ternak ayam petelur untuk mensiasati harga pakan yang tinggi.  Pakan alternatif ini bisa menekan biaya pakan ternaknya, dalam setiap harinya.

"Tidak menyangka, jika dengan pakan alternatif ini, hasilnya  luar biasa dan bisa menekan biaya pakan hingga 50 persen. Hasil panen telur justru mengalami peningkatan," jelasnya.


Peternak terkadang dibuat bingung dengan harga pakan ternak yang mengalami kenaikan, namun tidak diimbangi dengan harga telur.  Kondisi tersebut membuat peternak ayam petelur semakin menjerit,  karena biaya pakan lebih tinggi dibanding dengan hasil penjualan telur. 

"Harga pakan dari pabrik jika mengalami kenaikan harga 10 persen dari harga normal, antara Rp. 350 ribu menjadi  Rp. 375 ribu  per karungnya.  Sedangkan untuk harga jagung jika mengalami kenaikan,  dari Rp. 3200  menjadi Rp. 4000  perkilonya," tambahnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut maka akan banyak peternak yang gulung tikar.  Dan peternak harus  membuat terobosan baru, dengan mencoba pakan alternatif. 

"Pertama kali memberi pakan  azolla ini  merupakan uji coba. Harus berani spekulasi jika ingin berkembang.  Ternyata azolla sangat bagus untuk perkembangan ayam," terangnya.

Untuk bisa memberi pakan dengan azolla, Bintang mengembangkan azolla di kolam.  Dengan berkembangnya azolla maka setiap hari bisa memberi pakan ayamnya.

"Selain bisa menekan biaya pakan hasil panen telur pun justru mengalami kenaikan. Untuk peternak skala kecil,   jika memakai pakan pabrikan dan jagung, setiap harinya hanya bisa memanen telur 2,5 kilogram.  Tetapi dengan memakai pakan alternatif azolla hasil penan telur justru naik menjadi 3 kilogram per harinya," tandasnya.

Kenaikan 0,5 kilogram, tentu sangat membantu peternak  ketika harga pakan mengalami kenaikan.  Ditambahkan oleh Bintang azolla  juga meningkatkan kandungan protein telur  menjadi lebih tinggi. 

"Mengkonsumsi telur ayam  yang diberikan pakan azolla  menjadi lebih sehat.  Dan  yang pasti, azolla telah menolong peternak  untuk pakan alternatif  yang murah," pungkasnya. 




(Ikiidemu - BERTERNAK) Tingkat konsumsi daging yang tinggi cukup berpeluang untuk usaha peternakan ruminansia.  Ternak ruminansia besar seperti domba dan kambing.  Untuk memperoleh keberhasilan pengembangan ternak ini, maka bisa dicoba dengan sistem inkubator.
Untuk setiap kandang ukuran 4 X 5 meter diisi dengan 10 ekor domba atau kambing.

Pakan Domba atau Kambing
1. Ternak domba atau kambing menyukai berbagai macam daun-daunan seperti pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat).
2. Pakan tambahan dapat disusun (bungkil kelapa, bungkil kedelai) dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
3. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka dsb.
4. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 persen berat badan (bahan dasar kering) atau 10 - 15 persen berat badan (bahan dasar segar).

Peternak harus bisa menjamin kecukupan makan dan minum, sesuai dengan prinsip pengelolaan ternak nyang baik.  Untuk itu peternak perlu mengetahui kebutuhan pakan ternak dan bagaimana cara memenuhinya.  Upaya lain yang bisa dilakukan antara lain dengan cara memanfaatkan limbah pertanian, membuat sendiri pakan konsentrat dan pengelolaan pakan yang baik.
Dalam berternak domba sebaiknya dalam satu kandang tidak lebih dari 10 ekor domba.


(Ikiidemu - BERTERNAK) Budidaya cacing tanah yang banyak diminati masyarakat adalah Lumbricus rubellus karena produktifitasnya yang tinggi dibandingkan dengan jenis cacing lainnya.

Budidaya cacing tanah memerlukan tempat atau bangunan pelindung tertutup karena cacing sangat peka dengan sinar matahari.  Hampir seluruh aktifitas cacing dilakukan pada malam hari atau pada kondisi gelap sehingga binatang ini dikenal dengan sifat nocturnal.

Wadah pemeliharaan cacing terbuat dari beragam bahan diantaranya menggunakan bak beton, kotak plastik, kotak kayu atau kotak bambu.  Ukuran kotak kayu atau bambu yang baik untuk pemeliharaan cacing memiliki lebar 40 cm, panjang 60 cm dan tinggi 25 cm.  Semua sisi dan bagian dasar kotak dilapisi dengan karung agar media tidak keluar.

Media cacing terdiri dari ampas tebu, media baru (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) dan media lama (campuran jerami dengan gergajian dan kotoran ternak) yang sudah mengalami pelapukan.  Jenis pakan yang digunakan berupa ampas tahu dan kotoran sapi dilarutkan dengan air.  Pemberian pakan diberikan setiap hari dengan perbandingan 1 : 1 berdasarkan bobot cacing.

Tingkat pertumbuhan cacing pada umur 2 minggu dapat mencapai 60 hingga 100 persen dengan media terbaik yaitu media baru, ditambah dengan pakan ampas tahu.

Umur cacing 2 hingga 3 bulan adalah waktunya cacing beranak pinak dan siap kawin. Pada umur cacing 2 hingga 3 bulan, maka cacing siap untuk dipilah dan siap dipanen.

Budidaya cacing tanah sangat menjanjikan untuk dibudidayakan.

Popular Posts